PENGELOMPOKKAN BAHAN BAKU PRODUKSI

 PENGELOMPOKKAN BAHAN BAKU PRODUKSI


A. DEFINISI BAHAN BAKU

Pengertian bahan baku adalah bahan mentah yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan suatu produk, dimana bahan tersebut diolah kembali melalui proses tertentu untuk dibuat menjadi bentuk yang lain. Menurut Mulyadi, bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral dari produk jadi. Bahan baku yang digunakan dapat diperoleh melalui pembelian lokal, import, atau pengolahan sendiri.

Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri membagi jenis bahan baku, yaitu sebagai berikut:

1. Bahan baku langsung (Direct material), yaitu bahan baku dari barang jadi yang dihasilkan. 

2. Bahan baku tidak langsung (Indirect material), yaitu bahan baku yang memiliki peran dalam proses produksi tapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang dibuat.

Adapun kriteria dari bahan baku, meliputi:

1. Fungsi: jika bahan tidak tersedia maka produk tidak dapat dihasilkan atau tidak dapat berfungsi.

2. Penggunaan memiliki porsi yang lebih dominan daripada bahan yang lain.

Baja Bahan Baku - Foto gratis di Pixabay
Contoh bahan baku produksi

B. BAHAN PENOLONG

Bahan penolong merupakan barang yang dimanfaatkan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian dari bahan baku utama untuk produk yang dihasilkan.

Kriteria bahan penolong meliputi segi:

Fungsi: tanpa adanya bahan ini, produk masih bisa dihasilkan, meskipun hasil jadi tidak sesuai dengan harapan atau fungsinya.

Penggunaan: memiliki porsi yang kecil dari keseluruhan bahan yang dipakai.

Bahan produksi dikelompokkan, yaitu:

Bahan primer, bahan utama dalam pembuatan produk yang tidak bisa digantikan dengan jenis bahan lainnya.

Bahan sekunder, bahan yang bisa diganti dengan jenis bahan lainnya jika bahan yang diperlukan tidak ada/habis/tidak ditemukan.

Bahan tersier, bahan pelengkap yang diperlukan namun tidak begitu penting kalaupun tidak ada bahannya tidak akan menghambat perakitan produk.

C. PENETAPAN STANDAR ALAT DAN BAHAN PRODUKSI

Mempersiapkan alat dan bahan produksi adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam perakitan produk sehingga seorang wirausahawan harus bisa menyusun daftar peralatan bahan produksi apa saja yang dibutuhkan secara tepat dan akurat agar ketika perakitan berjalan dengan lancar dan baik. Standar peralatan dan bahan produksi bisa mengacu terhadap aturan standarisasi yang ditentukan oleh pemerintah.

D. MENYUSUN TAHAPAN PERAKITAN PRODUK

Untuk memproduksi suatu produk membutuhkan dokumen seperti berikut:
1. Gambaran Teknis Assembling
2. Urutan Penggabungan Komponen
3. Daftar Alir Komponen
4. Order
5. Sistem Perencanaan Produk

Ada delapan tahap pengembangan sekaligus kegiatan perakitan produk secara terintegrasi, yaitu:

a. Ide, bersumber dari perubahan lingkungan teknologi, demografi, ekonomi, dan politik.

b. Persyaratan yang harus dipenuhi di pasar, merupakan pendekatan yang diperlukan untuk memuaskan konsumen.

c. Spesifikasi fungsional, yaitu bagaimana cara kerja produk tersebut.

d. Spesifikasi produk, yaitu bagaimana produk akan dibuat.

e. Ulasan desain, yaitu bagaimana produk akan dibuat secara ekonomis dan kualitas.

f. Pengujian pasar, yaitu apakah produk memenuhi keinginan pasar.

g. Pengenalan produk, yaitu produk yang diantar ke konsumen.

h. Evaluasi, mengenai berhasil atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN